Kelebihan Bisnis Syariah Dibanding Bisnis Konvensional

Inilah Kelebihan Bisnis Syariah dibanding Bisnis Konvensional

Diposting pada

Bayangkan sebuah dunia di mana setiap transaksi bisnis didasarkan pada praktik yang adil dan aturan yang jelas. Bayangkan sebuah dunia di mana kemitraan dibangun di atas kepercayaan dan transparansi, di mana imbalan dibagi secara merata dan risiko dibagi secara proporsional. Bayangkan sebuah dunia di mana tidak ada kambing hitam atau serigala dalam kelompok; sebaliknya, hanya ada keadilan, keadilan, dan kesetaraan. Inilah dunia bisnis yang sesuai syariah.

Untuk memahaminya lebih jelas, di bawah ini akan dijelaskan beberapa kelebihan bisnis syariah dibanding bisnis konvensional.

Kelebihan Bisnis Syariah

Kelebihan Bisnis Syariah Dibanding Bisnis Konvensional

Pengaturan kemitraan lebih harmonis

Keuntungan pertama adalah pengaturan kemitraan dalam bisnis syariah lebih harmonis, adil, seimbang dan manusiawi. Dalam bisnis konvensional, manajer memiliki kendali mutlak atas semua aspek bisnis termasuk keuntungan dan kerugian.

Karyawan tidak dapat mempertanyakan atau menggugat gaji dan bonus mereka sendiri karena ditentukan oleh manajemen saja. Tidak ada ruang untuk berdiskusi tentang masalah apa pun yang terkait dengan syarat atau ketentuan kerja karena semuanya diputuskan oleh beberapa orang di eselon atas struktur kepemilikan.

Hal ini dapat menyebabkan kebencian di antara karyawan yang merasa mereka tidak memiliki suara dalam bagaimana segala sesuatunya dijalankan di tempat kerja mereka. Karyawan bahkan mungkin merasa diperlakukan tidak adil jika mereka tidak menerima iuran penuh dari pemberi kerja yang hanya membayar apa yang diwajibkan oleh hukum tetapi gagal memberikan kompensasi untuk manfaat tambahan seperti jam kerja lembur atau layanan di atas panggilan tugas (SCOD).

Pembagian keuntungan yang adil dan seimbang

Model bagi hasil dalam bisnis konvensional berfokus pada keuntungan yang dihasilkan oleh perusahaan. Uang tersebut didistribusikan di antara para pemegang saham pada akhir setiap tahun sesuai dengan saham mereka di perusahaan.

Tetapi ini tidak adil karena tidak memperhitungkan dana yang diinvestasikan oleh pemegang saham sepanjang tahun, sehingga beberapa mungkin mendapatkan lebih dari apa yang layak mereka dapatkan sementara yang lain mungkin mendapatkan kurang dari apa yang layak mereka dapatkan.

Di sisi lain, tidak ada aturan tetap untuk distribusi keuntungan dalam bisnis Syariah karena tidak berurusan dengan transaksi moneter. Sebaliknya, ini mendorong praktik etika seperti keadilan dan keadilan dalam kerangka kerja Islam yang berarti bahwa kedua belah pihak akan mendapat manfaat yang sama dari setiap transaksi yang dilakukan di antara mereka terlepas dari seberapa banyak atau sedikit pekerjaan yang dilakukan oleh salah satu pihak selama proses transaksi ini.

Hal ini membuat setiap transaksi antara dua pihak menjadi setara dari awal hingga akhir tanpa ada agenda tersembunyi di balik salah satu pihak yang terlibat yang membantu membangun kepercayaan antara kedua belah pihak dari waktu ke waktu, terutama ketika berurusan dengan satu sama lain dalam jangka panjang.

Peran ‘Ummah’ semakin kuat

Anda akan mempelajari nilai Ummah sebagai sumber modal. Ummah didefinisikan sebagai komunitas Muslim dan merupakan sumber kekuatan terpenting bagi Ekonomi Islam. Peran umat dalam globalisasi, perdagangan internasional dan keuangan semakin kuat.

Kita semua memahami bahwa pembiayaan bisnis adalah salah satu masalah utama yang dihadapi setiap pengusaha saat mencoba memulai bisnisnya sendiri atau mengembangkan bisnis yang sudah ada. Masalahnya dimulai dari rumah, di mana Anda ingin meminjam uang dari orang tua atau teman yang siap membantu, tetapi tidak tahu berapa banyak yang mampu mereka bayar untuk proyek ini?

Pilihan lain di sini adalah bank yang memiliki kriteria ketat untuk menyetujui pinjaman berdasarkan laporan keuangan yang menunjukkan aset dan kewajiban, laporan pendapatan saat ini, dan lain-lain. Selain itu, mungkin tidak dapat mencerminkan secara akurat ide atau proyek baru tanpa kapitalisasi yang tepat dari sumber-sumber ini.

Selalu aman dari resiko

Dalam bisnis konvensional, setiap kerugian yang terjadi menjadi tanggung jawab pemilik modal. Namun, dalam bisnis Syariah, pembagian kerugian sebanding dengan pembagian keuntungan. Ini berarti bahwa bagian seorang mitra harus dibagi menjadi dua bagian: bagian tetap untuk kontribusi modalnya dan bagian tambahan yang sesuai dengan investasi usaha dan keahliannya.

Dalam bisnis konvensional, tidak ada batasan jumlah risiko yang dapat diambil oleh para pemegang saham; mereka dapat terlibat dalam proyek-proyek berisiko tinggi tanpa memperhitungkan kepentingan mitra mereka atau merasa bersalah karenanya. Tetapi dalam perusahaan Syariah, semua mitra menanggung jumlah risiko yang sama terlepas dari berapa banyak modal yang mereka investasikan atau berapa banyak kegiatan yang mereka lakukan.

Masa depan ekonomi umat akan lebih baik jika kita dapat fokus membangun bisnis kita berdasarkan prinsip-prinsip Syariah Islam, yang sama sekali berbeda dari sistem keuangan lainnya. Hal ini karena ia memiliki fondasi yang kuat yang dapat membantu kita mengatasi krisis ekonomi apa pun dan menjaga kita tetap aman dari risiko keuangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *